Tuesday, October 11, 2022
Pantai Menganti
Sunday, September 11, 2022
Wisata Kebun Stroberi di Magelang dan Kopeng
Kuajak kamu jalan-jalan ke kebun stroberi lewat tulisan yuk.
Hari Minggu kemarin aku ke kebun stroberi daerah Magelang, salah satunya “kebun Inggit Strawberry” tepatnya di Banyuroto, Sawangan, Magelang. Lebih jelasnya pakai Gmaps saja ya.
Kebun stroberi lain disekitar sana juga banyak, kamu bisa milih yang mana saja.
Kamu parkir didepan kebun itu, ada tukang parkir biaya tiga ribu rupiah, bayar waktu pulang.
Masuk ke kebun, kita akan dikasih tiket, perorangnya biaya 10 ribu sudah gratis satu gelas jus Stroberi yang bisa kita ambil sekalian pas masuk/ pas pulang.
Beruntungnya aku, aku kesana bulan September, waktu stroberinya berbuah.
Nanti perorang difasilitasi keranjang dan gunting untuk petik buahnya.
Ohiya, buahnya tidak boleh langsung dimakan, harus ditimbang dulu dan dibayar. Stroberi yang kita petik per onsnya 15 ribu.
(satu ons, isi 14 buah. harga 15 ribu)Ditempat penimbangannya, juga ada yang siap jual. Cup kecil 25 ribu, yang besar 50 ribu dan itu lebih merah-merah daripada yang aku petik. Hiks
Ditengah asiknya petik buah dan foto, hujan tiba. Tapi tidak perlu khawatir, karena di sana ada pendopo yang letaknya di tengah kebun stroberi. bisa kita gunakan untuk berteduh.
Di samping loket masuk, pemilik juga membuka warung agar kita bisa pesan makanan atau minuman. Harganya cukup terjangkau, aku pesan gorengan seporsi isi 6 seharga 10 ribu, kopi goodday 5 ribu. Makanannya juga bisa kita bawa masuk ke pendopo dan kita nikmati di tengah hamparan kebun stroberi, hujan rintik-rintik dan berkabut. Dingin yang syahdu.
Hujan sudah mulai reda, aku pulang lewat jalan arah Magelang kota. Ternyata kebun nya dekat dengan keteppas. Kanan kiri keteppas berderet warung makan dengan pemandangan yang tidak kalah bagus.
Karena itu masih terlalu siang untuk pulang, jadilah kami mampir disalah satu warung tersebut, aku pesan
Indomie rebus dobel + telur + sayur + cabai harga 15 ribu
Kopi goodday 5 ribu
Teh panas 3 ribu
Gorengan satu porsi isi 6 harga 10 ribu
Jadi total piknik asikku ke kebun stroberi
Bensin = 50 ribu (ini sisa banyak, bisa buat keliling Magelang)
Tiket 2 orang + parkir + stroberi 1 ons + jajan = 53 ribu
Makan di warung pinggir ketep pas = 38 ribu
Total 141 ribu
Terjangkau sekali hei kamu.
Itupun aku sudah sangat kenyang dan gembira.
Wisata murah meriah untuk kamu yang mau sayang-sayangan dengan dana yang pas-pasan.
Wednesday, August 3, 2022
Kuputar Kisah Remaja Kita
Hai gadis masalaluku.
Aku tahu sikapku padamu dulu sungguh membuatmu sakit.
Disaat kamu mencintaiku, aku memilih untuk menyelesaikan cerita kita.
Bukan karena aku sudah tidak mencintaimu,
Tetapi karena aku belum siap diumur itu.
Waktu itu kita masih sama-sama berumur 18 tahun.
Umur yang sangat muda bagiku untuk bisa bersikap dewasa.
Untuk bisa menyikapi perhatianmu dengan baik.
Kamu lebih peduli aku kelaparan atau tidak,
Kamu lebih peduli tugas kuliahku sudah dikerjakan atau belum.
Kamu lebih peduli aku absen di kelas atau tidak.
Kamu sangat perhatian padaku, dibanding pada dirimu sendiri.
Atas nama diriku di masa lalu, aku meminta maaf atas keputusanku yang menyakitimu.
Aku sangat merasa bersalah.
Aku ingin sekali meminta maaf.
Tetapi saat melihatmu, jangankan berbicara, bernapas saja rasanya sesak.
Tidak ada kata yang bisa terucap, hingga punggungmu tak nampak diujung jalan itu.
Hari berlalu hingga berganti tahun, hingga kita sama-sama lulus dari Universitas.
Tapi perasaanku masih tertinggal di sana, delapan tahun lalu. Disaat mulutku beku untuk berkata maaf.
Mungkin kamu sudah melupakannya, bahkan melupakan kalau kita pernah bersama.
Tetapi tidak denganku, setiap hari aku selalu dihantui rasa bersalah.
Aku dan kamu masih saling menyimpan nomor telepon, berteman di instagram, saling melihat story di Whatsapp.
Sesekali aku menanggapi status yang kamu bagikan.
Kamu menjawab dengan ramah. Tidak ada kemarahan yang tersirat.
Hingga aku menemukan waktu yang tepat untuk meminta maaf padamu,
Tidak secara ucapan, tetapi tindakan.
Aku mengetahui kamu sedang terluka, oleh seseorang.
Kuajak kamu keluar kota, kota berpantai, salah satu kota impianmu. Kamu setuju.
Aku berjanji, satu hari ini saja. Aku ingin mengulang delapan tahun lalu, sebelum aku mengajak mu menyudahi hubungan kita.
Kujemput kamu pagi-pagi,
Kamu tampak lucu, dan sedikit seksi. Satu perubahan yang dulu aku tidak menemukan itu "seksi".
Kuajak kamu sarapan dan memilih apapun jajan yang kamu suka.
Kuminta kamu memelukku erat dan kita mendengarkan lagu acak.
Sikapmu terlihat biasa saja, tidak ada kesedihan. Aku berkali-kali menanyakan " Apakah kamu baik-baik saja? "
Dan kamu berkali-kali menjawab hal yang sama "biasa saja"
Sesekali sambil kuusap kepalamu, kupastikan untuk tidak bersedih.
Dan seperti kamu yang kukenal dulu.
Tidak ada cerminan kesedihan diraut wajahmu.
Aku salut, kamu selalu tidak ingin membuat siapapun khawatir.
Kita duduk, berdua di pinggir pantai, menikmati matahari tenggelam yang begitu indah.
Untukmu, lautku
Yang banyak dikagumi namun tidak bisa dimiliki.
Aku tetap mengagumimu.
Selepas malam, dan aku mengantarkanmu hingga depan kosan. Aku sangat bersedih karena itu.
Karena artinya satu hari yang kurencanakan pengulangan delapan tahun lalu. Harus berakhir.
Dan kita menjadi masing-masing 🍂
Friday, July 15, 2022
Tujuan Berbeda, Ditutup Amin yang Sama (bagian 3)
"Yang aku mau beli tipi", katanya
" Kamu punya uang berapa?", tanyaku.
"Nggak punya, mines. Utang yang...", pintanya.
" Utang mana lagi gantengg, utangmu dah banyak."
"Yang, pengin kali aku punya tipi. Ini PS ku nganggur nanti rusak. Janji deh kalau udah punya tipi, aku gak judi online lagi." Dia mengeluarkan rengekannya.
Ingin sih membantu dia, tapi bagaimana lagi. Penghasilan dan biaya dia membayar tagihan, lebih besar bayar tagihan.
Sudah tiga bulan ini dia merengek-rengek minta dibelikan televisi, karena dia sudah dapat PlayStation.
Parahnya, dia sempat mencairkan dana pinjaman online tanpa menghitung kemampuannya membayar.
Uang pinjol masih kurang untuk membeli televisi, akhirnya dia gunakan untuk judi online dengan harapan akan beranak pinak.
Angannya, tiba-tiba dia membeli televisi dan memberiku surprise.
Terima kasih, aku sangat terkejut.
Karena apa?
Dia kalah dalam perjudian, semua uang lenyap.
Uang minus, hutang dimana-mana.
Gaji dia masih kurang untuk membayar hutang setiap bulannya.
Akhirnya, setengah gajiku dipakai dia untuk hidup.
Fak!
Thursday, July 14, 2022
Dalam Angan
Aku menemukan
Seorang pria
Dalam anganku
Dia tampan
Kulitnya bersih
Tutur katanya baik
Cerdas
Dan wangi
Dia selalu mencariku
Mengajakku makan malam
Setelahnya aku diajak keliling kota
Kami saling memuji dan tertawa sepanjang jalan
Air mataku selalu dihapuskan
Bersamanya aku jadi sering menangis
Karena ketakutan kehilangannya
Dia begitu lembut mengusap wajah dan rambutku
Selalu sabar mendengar semua ceritaku seharian ini
Menyimak dengan ekspresi begitu antusias dan gemas
Dia menghabiskan makanan yang kumasak khusus untuknya
Nasi goreng tanpa kecap dengan sedikit minyak
Nasinya keras, setengah matang
Kadang keasinan, kadang hambar
Tapi dia menghabiskan tanpa sisa
Walau setelah itu perutnya sakit
Hihi
Aku mencintaimu
Pria dalam anganku
Pria yang tidak pernah bisa kuwujudkan dalam nyata
Kamu begitu sempurna
Cinta Mati
Kau pernah bilang cinta mati padaku
Aku percaya
Dan sekarang
Cintamu telah mati
Bagaimana kabarmu?
Semoga kabarmu tidak seperti cintamu 🍂
Saturday, May 21, 2022
Tujuan Berbeda, Ditutup Amin yang Sama (bagian 2)
*notif Video call berbunyi*
"Pagi sayang... ", sapaku dengan ceria.
" Asli perutku gak enak kali, " Dia langsung curhat tanpa mengindahkan sapaanku yang ceria.
"Maag kamu? Apa kebanyakan minum (arak!) ", tanyaku.
" Aku lupa kemaren abis minum obat siang, magribnya aku minum-minum, " Dia bercerita.
"Hahaa... Kasihan. Eh rambutmu dipotong? Kenapa sih kamu selalu potong rambut disaat aku nggak ada?", aku kesal, untuk kesekian kali, dia potong rambut tanpa kutemani.
Yang harus kalian tahu! Setiap kali kami, para perempuan menemani potong rambut. Moment saat kalian berbalik badan dari kursi cukur itulah, rasanya mata bebinar-binar melihat pasangan kita jauh lebih rapih.
Lagi-lagi dia membela diri, "kan aku udah ijin ke kamu kemarin-kemarin. Udah ah, aku mau mandi terus kerja. "
"Hah? Kerja, ini hari Minggu kok! Untung aku gak di situ, coba kalau aku di situ, adanya cuma marah-marah karena kamu tinggal kerja", Kami LDR ngomong-ngomong.
"Ya tetep aku pengennya kamu di sini, kalau ada kamu kan cucianku bisa selesai, "
Sial! Lagi-lagi keberadaanku penuh manfaat.

