Dapatkan widget animasi ini !

Saturday, May 14, 2016

Contoh Skenario VideoClip "Sahabat Sejatiku" Sheila On 7


Lirik
Menit
Adegan
Sahabat Sejatiku
Hilangkah Dari Ingatanmu
Di Hari Kita Saling Berbagi
0- 00.29
Pada pagi hari, seorang anak laki-laki 1 berseragam keluar dari rumahnya (rumah berada diperumahan yang mempunyai halaman luas dan banyak bunga)
Berlari kecil menuju rumah sebelahnya dan berteriak-teriak
Dengan Kotak Sejuta Mimpi
Aku Datang Menghampirimu
Kuperlihat Semua Hartaku
00.30- 00.40
Anak laki-laki 2 dengan seragam yang sama keluar sambil berlari menghampiri anak laki-laki 1, ibunya dibelakang memanggil-manggil sambil melambaikan bekal makan
Kita S'lalu Berpendapat
Kita Ini Yang Terhebat
Kesombongan Di Masa Muda Yang Indah
00.41- 00.52
Mereka berlari bersama. Anak laki-laki 1 berhenti dan memukul anak laki-laki 2 lalu menunjuk kea rah ibunya untuk mengambil bekal
Aku Raja Kaupun Raja
Aku Hitam Kaupun Hitam
Arti Teman Lebih Dari Sekedar Materi
00.53- 01.05
Anak laki-laki 2 menghampiri ibunya untuk mengambil bekal. Ibunya memberikan lalu mencium kening anak laki-laki 2
Pegang Pundakku, Jangan Pernah Lepaskan
Bila Ku Mulai Lelah?
Lelah Dan Tak Bersinar
Remas Sayapku, Jangan Pernah Lepaskan
Bila Ku Ingin Terbang?
Terbang Meninggalkanmu
01.05- 01.30
Mereka berlari kecil sambil bercanda sepanjang jalan menuju sekolah
Intro

01.30-01.35
Mereka sampai digerbang sekolah dan berlari lebih cepat menuju kelas
Ku S'lalu Membanggakanmu
Kaupun S'lalu Menyanjungku
Aku Dan Kamu Darah Abadi
01.36-01.45
Mereka saling contek-contekan saat ujian
Demi Bermain Bersama
Kita Duakan Segalanya
Merdeka Kita, Kita Merdeka
01.46- 01.57
Malam hari dikamar.
Anak laki-laki 2 tidur diatas ranjang, berselimut. Ibunya mematikan lampu sambil mengucapkan selamat tidur. Pintu ditutup.
Pegang Pundakku, Jangan Pernah Lepaskan
Bila Ku Mulai Lelah?
Lelah Dan Tak Bersinar
Remas Sayapku, Jangan Pernah Lepaskan
Bila Ku Ingin Terbang?
Terbang Meninggalkanmu
01.58- 02.25
Anak laki-laki 1 muncul dari kolong tempat tidur, anak laki-laki 2 membuang selimutnya. Mereka bergegas keluar kamar melalui jendela.
Intro
02.25- 02.38
Mereka duduk dipinggir jalan raya mengamati kendaraan lewat
Tak Pernah Kita Pikirkan
Ujung Perjalanan Ini
Tak Usah Kita Pikirkan
Ujung perjalanan ini
02.39- 02.49
Pagi hari, ibu dari anak laki-laki 2 membuka kamar anaknya dan memberitahu agar bergegar karena sudah terlambat
Dan tak usah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini


02.50- 03.10


Anak laki-laki 2 bergegas dibantu ibunya. Berseragam kacau, mulutnya menggigit roti dan tangannya mengikat sepatu
Intro
03.11-04.00
Mereka keluar rumah bersamaan dan berlari lebih cepat ke sekolah dengan berseragam kacau karena terburu-buru


Saturday, December 12, 2015

Bisikan Pria untuk Wanita Pujaannya


Aku memang tak sempurna
tapi aku pantas untuk ditunggu
karena aku masih menjadi kepompong
percayalah...
suatu saat aku akan keluar dari kungkungan ini
dan akan kukembangkan sayap sayap indahku
akan kuraih dirimu
kuajak kau berjalan-jalan menikmati indahnya dunia
oh tidak, tidak akan kubiarkan kau berjalan
biarkanlah kaki indahmu tempat surga bagi anak anak kita tetap terjaga bersih
akan kukembangkan sayap indahku untuk kita berdua
bersama kita menari diatas bunga-bunga kebahagiaan
bersama kita dalam satu gelas menikmati manisnya madu kehidupan
brsama kita menimang bayi yg dianugerahkan Tuhan
hingga bersama kita tersenyum menyambut datangnya malaikat yang membawa kita kesurga
maka dari itu, kau haruslah menungguku
karena aku memang pantas untuk ditunggu

Saturday, February 28, 2015

anak tetangga



Menyebalkan sekali para anak tetangga. Aku mau pergi saja, anak satu RT mengajukan diri untuk menemaniku. Padahal aku ingin pergi sendiri saja, agar terlihat masih muda.
Belum lagi jika aku pergi untuk berbelanja, cerewetnya minta ampun L tak apa jika sekedar mengoceh. Tapi ini meminta yang aneh-aneh -_- terpaksa kuturuti daripada menangis disana, dan membuatku malu.
Akhirnya, uang untuk beli bedak dipakai untuk beli jajan. Uang untuk beli lotion, dibelikan coklat. Uang untuk beli lipstick, berubah jadi es krim. Apa segitu berpengaruhnya anak kecil ya? Bisa merubah jalan pikiran orang dewasa. Dengan mukanya yang lugu lucu dan belum berjerawat. Mereka tersenyum jika senang, merajuk jika menginginkan sesuatu, dan puncaknya menangis jika keinginannya tidak dituruti. Ah begitu menyebalkan jika pengalaman berbelanja itu terulang kembali.
Tetapi ada hal lain yang menyenangkan bagiku. Yaitu saat melihat mereka tersenyum.
Tersenyum bahagia karena hal sederhana. Tidak perlu dengan membelikan android keluaran terbaru, motor baru, atau segala hal berbau kemewahan. Hanya dengan kita menunjukan muka konyol kita, mereka bisa tertawa lepas. Menampakan gusi mereka yang belum sepenuhnya ditumbuhi gigi.

pengamen



Siang ini aku bersiap-siap pulang kampung. Aku berdiri dipinggir jalan, menantikan bus jurusan Jogya lewat. Syukur-syukur kalau langsung dapat jurusan Purwokerto. Menunggu sambil mengumpat dalam hati, efek panas, lelah dan tak sabar.
Setengah jam kemudian bus Jogya lewat, syukurlah aku tak perlu menunggu lebih lama lagi. Karena aku pernah menunggu bus sampai dua jam.
Didalam bus, penumpang tidak terlalu ramai. Aku bisa duduk dengan lega.
Baru saja aku duduk, sudah ada pengamen. Kukeluarkan receh.
Pengamen satu keluar, masuk pengamen yang lain.
Bus ini rasanya sudah seperti ruang pencarian bakat menyanyi seperti di tipi-tipi.
Aku mulai malas mendengarkan mereka, aku berencana tak mengeluarkan receh lagi pada pengamen kali ini.
Tapi ditengah mereka menyanyi, salah satu dari mereka memanggil temannya dan menunjukku, aku bingung dan pura-pura tak peduli.
Dia bilang “st st… mbak itu cantik ya”
“iya, manis. Sayangnya aku sudah punya anak tiga. Duh nyesel nikah duluan.”
Aku buang muka untuk menyembunyikan tawa sambil tanganku merogoh recehan dikantong, niatku untuk sedikit pelit kubatalkan.
*Mungkin setiap pengamen harus memuji satu persatu penumpang agar mereka mau memberi.*

Friday, December 26, 2014

Harap


 
jika dapat ku rengkuh dirimu
takkan kurela kau pergi sedetikpun dari sisiku
meski kau berkata hanya untukku
tak sudi ku membiarkamu pergi tanpa nyawaku

kubelai suaramu, tanpa rasa
ku ucap rinduku, akankah kau mendengar?
hatiku berpeluh
berusaha mengejar cintamu, bayangmu ...

kukecup mesra bayangmu
hanya terasa impian, mimpi

semoga kau tahu
aku tak rela kau mengenal hati lain